MAKALAH TERMOMETER
DISUSUN OLEH:
NAMA
|
NPM
|
Semester
|
Iman santoso
|
10330671
|
VII
|
Anggi Sukma Wijaya
|
10330649
|
VII
|
Ardi Efendi
|
10330652
|
VII
|
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
2013/2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba.
Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk
mengukur suhu dengan valid. Pada abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat
para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan inspirasi pada Anders Celcius
(1701 - 1744) sehingga pada tahun 1742 dia memperkenalkan skala yang digunakan
sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinama sesuai dengan namanya
yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunya akan semakin
dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nol
mutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab masalah ini maka Lord Kelvin
(1842 - 1907) menawarkan skala baru yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin
dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga
nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C. Selain skala tersebut ada juga skala
Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0°R dan
mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu
32°F dan mendidih pada suhu 212°F.
Dalam bukunya Robert Briffault (1938) berjdul The Making
of Humanity disebutkan bahwa Ibnu Sina merupakan ilmuwan pertaman yang
menggunakan termometer udara untuk mengukur suhu. Dalam kehidupan
sehari-hari yang banyak kita temukan adalah jenis termometer badan baik berupa
termometer pipa kapiler ataupun termometer digital. Termometer pipa kapiler
yang menggunakan merkuri dapat membeku pada suhu – 400C dan mendidih
pada suhu 3600C.
Suhu menurut Kangingan
(2007:52-53) adalah suatu besaran yang menyatakan ukuran derajat panas atau
dinginnya suatu benda.
Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara
mikroskopis,
suhu menunjukkan energi yang
dimiliki oleh suatu benda. Suhu juga disebut temperatur.Benda yang panas
memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan benda yang dingin. Alat yang digunakan
untuk mengukur suhu adalah termometer. Namun dalam kehidupan sehari-hari
masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi
dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk
mengukur suhu dengan valid.
Temperatur merupakan ukuran mengenai panas atau dinginnya
benda (Giancoli, 2001:449). Banyak
sifat zat yang berubah terhadap temperatur. Sebagian besar zat memuai saat
dipanaskan, seperti besi akan memanjang saat panas daripada saat kondisi dingin.
Jalan dan trotoar beton pun memuai dan menyusut terhadap tempatur yang menjadi
alasan ditempatkannya pemisah yang bisa ditekan atau bisa memuai pada jarak
tertentu di jembatan maupun jalanan beton.
Hambatan listrik materi zat juga berpengaruh signifikan
terhadap temperatur. Demikian pula dengan warna benda, perubahan warna
menunjukkan tempatur tertentu.Misalnya api warna biru menunjukkan suhu yang
lebih tinggi dibandingkan dengan api berwarna merah atau berwarna kuning.
Cahaya putih yang dihasilkan dari kawat wolfram (tungsten) dalam bolam pijar
berasal dari kawat yang sangat panas. Zat padat besi berwarna jingga hingga
putih bila dipanaskan saat ditempa dalam pabrik kendaraan menunjukkan fenomena
serupa. Demikian pula dengan bintang-bintang yang berkelap kelip menunjukkan
temperatur permukaan bintang-bintang tersebut. Matahari pun dikatakan bintang
(kerdil kuning). Suhu permukaan bintang atau matahari yang berdasarkan warna
bisa dihitung temperaturnya menggunakan panjang gelombang cahaya yang dipancarkannya.
Alat yang dirancang untuk mengukur temperatur dinamakan
termometer. Sebagian besar termometer dirancang peka terhadap pemuaian. Galileo
mengajukan gagasan pertama termometer melalui fenomena pemuaian gas.
Berangsur-angsur evolusi termometer terjadi hingga menjadi termometer yang
berisi cairan dalam gelas. Macam-macam
termometer antara lain : termometer oven, termometer ketel kopi, termometer
udara, termometer hambatan, termistor, termometer kopel.
Untuk menyatakan hasil pengukuran termometer digunakan skala
numerik, skala yang digunakan secara kuantitatif ini yang paling banyak dipakai
adalah skala Celcius, skala Fahrenheit, dan skala yang paling penting dalam
sains adalah skala absolut atau Kelvin (Giancoli, 2001:451).
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana penjelasan
tentang jenis – jenis termometer yang
digunakan dalam kehidupan ?
2. Bagaimana prinsip kerja
dari jenis – jenis termometer tersebut ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui jenis – jenis termometer.
2. Untuk
mengetahui prinsip kerja dan kegunaan dari masing – masing termometer tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian termometer
Termometer menurut Kanginan
(2007:54) adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu dengan tepat dan
menyatakannya dengan suatu angka. Pembuatan termometer pertama kali
dipelopori oleh Galileo Galilei (1564 – 1642) pada tahun 1595. Alat tersebut
disebut dengan termoskop yang berupa labu kosong yang dilengkapi pipa
panjang dengan ujung pipa terbuka. Mula-mula dipanaskan sehingga udara
dalam labu mengembang. Ujung pipa yang terbuka kemudian dicelupkan kedalam
cairan berwarna. Ketika udara dalam tabu menyusut, zat cair masuk kedalam pipa
tetapi tidak sampai labu. Beginilah cara kerja termoskop. Untuk suhu yang
berbeda, tinggi kolom zat cair di dalam pipa juga berbeda. Tinggi kolom ini
digunakan untuk menentukan suhu. Prinsip kerja termometer buatan Galileo
berdasarkan pada perubahan volume gas dalam labu. Tetapi dimasa ini termometer
yang sering digunakan terbuat dari
bahan cair misalnya raksa dan alkhohol. Prinsip yang digunakan adalah pemuaian
zat cair ketika terjadi peningkatan suhu benda.
Termometer adalah alat untuk mengukur suhu dengan cepat dan
menyatakan dengan suatu angka. Saat ini banyak jenis-jenis temometer. Jenis
termometer ini tergantung pada jangkauan suhu yang diukur, ketelitian ang
diingkan dan sifat-sifat dari bahan yang digunakan. Contoh sifat - sifat zat yang biasa digunakan untuk membuat termometer
adalah:
1. Pemuaian suatu kolom cairan dalam
suatu kapiler,
2. Hambatan listrik dan seutas kawat
platina,
3. Beda potensial pada suatu
termokopel,
4. Pemuaian suatu keeping bimetal,
5. Tekanan gas pada volum tetap,
6. Radiasi yang dipancarkan benda.
Beberapa sifat yang mutlak dibutuhkan oleh sebuah termometer
adalah:
1. Skalanya mudah dibaca,
2. Aman untuk digunakan,
3. Kepekaan pengukurannya,
4. Lebar jangkauan suhu yang mampu
diukur.
B. Jenis-Jenis
Termometer
1. Termometer
cairan
Jenis termometer yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
adalah termometer yang pipa kacanya berisi cairan. Umumnya cairan akan memuai
dengan laju berbeda untuk jangkauan suhu yang berbeda akan tetapi pengecualian
pada raksa yang memiliki pemuaian yang teratur. Jenis-jenis termometer cairan,
yaitu :
a.
Termometer raksa
Termometer
yang pipa kacanya diisi dengan raksa
disebut termometer raksa. Termometer raksa dengan skala celcius adalah
termometer yang umum dijumpai dalam keseharian.
Jangkauan
suhu raksa cukup lebar dan sesuai untuk pekerjaan laboratoriun (-40 derajat
Celcius s/d 350 derajat Celcius). Raksa dalam pipa termometer akan memuai jika
dipanaskan. Pemuaian mendorong kolom cairan (raksa) keluar dari pentolan pipa
menuju ke pipa kapiler. Keuntungan
menggunakan termometer alkohol :
1) Raksa mudah dilihat karena mengilap,
2) Volum raksa berubah secara teratur
ketika terjadi perubahan suhu,
3) Raksa tidak membasahi kaca ketika
memuai atau menyusut,
4)
Jangkauan suhu cukup lebar dan
sesuai untuk pekerjaan laboratorium (-39oC sampai dengan 375oC),
5)
Raksa dapat terpanasi secara merata
sehingga menunjukkan suhu dengan cepat dan tepat.
Kerugian menggunakan termometer
alkohol :
1) Raksa mahal,
2)
Raksa tidak dapat digunakan untuk
mengukur suhu yang sangat rendah (misalnya suhu di kutub utara dan selatan),
3)
Raksa termasuk zat berbahaya (air
keras).
Alat ini
terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan air
raksa di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa
sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik
ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur
sesuai dengan skala yang telah ditentukan. Adapun cara kerja secara umum adalah
sbb ;
1. Sebelum
terjadi perubahan suhu, volume air raksa berada pada kondisi awal.
2. Perubahan suhu lingkungan di sekitar
termometer direspon air raksa dengan perubahan volume.
3. Volume merkuri akan mengembang jika suhu
meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun.
4. Skala pada
termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.
Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu
akurasi alat ukur sesuai
dengan rancangannya. Kalibrasi
biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.
Proses kalibrasi termometer antara lain :
Letakkan silinder termometer di air yang sedang mencair dan
tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut berwujud cair seluruhnya.
Poin ini adalah poin titik beku air.
2.
Dengan cara yang sama, tandai poin
termometer disaat seluruh air tersebut mendidih seluruhnya saat dipanaskan.
3. Bagi panjang dari dua poin diatas
menjadi seratus bagian yang sama.
b. Termometer alkohol
Termometer yang pipa kacanya diisi
dengan alkohol disebut termometer
alkohol. Termometer raksa dengan skala Celcius adalah termometer yang umum
dijumpai dalam sehari-hari.
Keuntungan menggunakan termometer
alkohol :
1. Lebih murah jika dibandingkan dengan raksa,
2. Teliti, karena untuk kenaikan suhu
yang kecil, alkohol mengalami volum yang lebih besar,
3.
Dapat mengukur suhu yang sangat
dingin (missal suhu di daerah kutub) karena titik beku alkohol sangat rendah,
yaitu -112oC.
Kerugian menggunakan termometer alkohol :
1.
Memiliki titik didih rendah, yaitu
78oC, sehingga pemakaiannya terbatas (tidak dapat mengukur suhu air
ketika mendidih)
2. Tidak berwarna, sehingga harus
diberi warna terlebih dahulu agar mudah terlihat,

Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking